Kehidupan itu cuman dua hari, datu hari berpihak kepadamu dan satu hari melawanmu. Maka pada saat ia berpihak kepadamu jangan bangga dan pada saat ia melawanmu bersabarlah. -Ali bin Abi Thalib

PIRAMIDA

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah

BOROBUDUR

Di balik tumpukan batu dan terang sinar mentari menembus sanubari, hadirlah sebuah mega struktur jejak pencapaian manusia peradaban dan relegi.

TAJ MAHAL

Waktu tidak diukur dengan berjalannya tahun, tapi diukur dengan apa yang seseorang lakukan, apa yang ia rasakan, dan apa yang ia raih. -Jawaharlal Nehru

MENARA PISA

Kembangkan sikapmu untuk selalu menjadi lebih baik. membuat peradaban yang kecil dalam tindakan akan menghasilkan peradaban yang besar dalam hasil yang diperoleh.

Tampilkan postingan dengan label Sejarah Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Dunia. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2020

pengertian Nato

                                                                           NATO


Nato (Nort Atlantic Treat Organization) merupakan organisasi keamanan yang dibentuk oleh negara-negara yang terletak di wilayah Eropa bagian utara Samudera Atlantik dengan sekutunya yakni Amerika Serikat. Terbentuk Nato ialah akibat kekosongan di eropa timur setelah berakhirnya perang Dunia-ll, dimana Uni Soviet mendirikan negara-negara komunis seperti Bulgaria, Romania, Cekoslowakia, Albania, dan Hongoria. 

Uni Soviet terus berupaya memperluas pengaruhnya termasuk pembentukan Jerman Timur (Berlin), sementara Jerman Barat (Berlin Barat) terlebih dahulu dibentuk oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis. Bagi Blok Barat Nato merupakan Lembaga pertahana bersama yang artinya serangan terhadap satu negara blok Barat akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh Blok Barat, oleh karena jikalau blok Timur menyerang satu negara di eropa barat maka nanto akan turun tangan sebagai pembela anggotanya


Pembentukan Nato

NATO berdiri pada tanggal 4 april 1949 di Wasingthon DC oleh negara Inggris, Prancis, Belanda, Belgia, Luxemburg, Kanada, Italia, Portugal, Islandia, Denmark, dan Amerika Serikat. Nato memiliki nilai dasar yang menjadi acuan bagi mereka, nilai dasar tersbut yakni :

1. Keutuhan Aliansi

2. Atas nama Demokrasi

3. Kebebasan Individu

4. Aturan Hukum

Nato juga memiliki sistem keanggotaan yang disebut Partner Countries yang artinya Nato mengajak negara-negara lain agar tidak menandatangani North Atlantic Treaty untuk turut bergabung dalam mengatasi tantangan yang dihadapi serta bekerja sama menciptakan suatu bentuk keamanan bagi dunia internasional, seperti Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

Dalam North Antantic Treaty memiliki  pasal utama yang disepakati yakni pasal V yang diberlakukan jika ada serangan terhadap para anggota maupun Sekutu dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota, jadi keamanan bersama dan pertahanan bersama merupkan prinsip utama Nato dalam menjalankan setiap aksinya.


Anggota Nato

Untuk saat ini  Nato memiliki 30 anggota diantaranya sebagai berikut :

1. Amerika Serikat

2. Inggris 

3. Prancis

4. Portugal 

5. Belanda

6. Belgia

7. Italia 

8. Luxemburg

9. Kanada 

10. Islandia 

11. Denmark 

12. Norwegia

13. Albania 

14. Turki

15. Bulgaria  

16. Kroasia

17. Ceko

18. Estonia 

19. Jerman

20. Yunani

21. Hungaria

22. Latvia

23. Lithuania

24. Polandia 

25. Rumania

26. Slovakia

27. Slovenia

28. Spanyol 

29. Montenegro

30. Makedonia Utara 

Pada tahun 1966 prancis membekukan keanggotaanny di Nato serta menutup markas besar Nato yang ada di negaranya, prancis membekukan dirinya dikarena kan mereka tidak ingin terlibat perang yang sedang dihadapi Eropa  dan Amerika Serikat, prancis menggap perang tersebut dapat melemahkan Prancis dimata Dunia dan pada tanggal 7 Maret  2009 Prancis kembali aktif menjadi keanggotaan Nato 


Sabtu, 22 Agustus 2020

Konferensi ASEAN

                    Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN


Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN merupakan pertemuan puncak antara para pimpinan Negara-negara anggota ASEAN atau perbara di dalam hubunganya akan pengembangan ekonomi dan kebudayaan antar Negara dikawasan asia tenggara, dalam perkembangan organisasi ini telah berlangsung beberapa pertemuan Konferensi Tingka Tinggi berikut urutan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN.

1) KTT ASEAN ke-1 di Bali, Indonesia pada tanggal 3-4 Februari 1976.

2) KTT ASEAN ke-2 di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 4-5 Agustus 1977.

3) KTT ASEAN ke-3 di Manila, Filipina pada tanggal 14-15 Desember 1987.

4) KTT ASEAN ke-4 di Singapura, pada tanggal 27-29 Januari 1992.

5) KTT ASEAN ke-5 di Bangkok, Thailand pada tanggal 14-15 Desember 1995.

6) KTT ASEAN ke-6 di Hanoi, Vietnam pada tanggal 15-16 Desember 1998.

7) KTT ASEAN ke-7 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam pada tanggal 5-6 November 2001.

8) KTT ASEAN ke-8 di Phanom Phen, Kamboja pada tanggal 4-5 November 2002

9) KTT ASEAN ke-9 di Bali, Indonesia pada tanggal 7-8 Oktober 2003

10) KTT ASEAN ke-14 di Chaam, Thailand pada bualan Februari 26-1 Maret 2009.

11) KTT ASEAN ke-15 di Chaam Hua Hin, Thailand pada 23-25 Oktober 2009

12) KTT ASEAN ke-16 di Hanoi, Vietnam  pada 8-9 April 2010.

13) KTT ASEAN ke-17 di Hanoi, Vietnam  pada 28-30 Oktober 2010.

14) KTT ASEAN ke-18 di Jakarta, Indonesia  pada 7-8 Mei 2011.

15) KTT ASEAN ke-19 di Bali, Indonesia pada 14-9 November 2011.

16) KTT ASEAN ke-20 di Phanom Phen, Kamboja pada tanggal 3-4 April 2012

17) KTT ASEAN ke-21 di Phanom Phen, Kamboja pada tanggal 18 Novembar 2012

18) KTT ASEAN ke-22 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam pada tanggal 24-25 April 2013.

19) KTT ASEAN ke-23 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam pada tanggal 9-10 Oktober 2013

20) KTT ASEAN ke-24 Nay Pyi Taw, Myanmar pada tanggal 10-11 Mei 2014.

21) KTT ASEAN ke-25 Nay Pyi Taw, Myanmar pada tanggal 11-13 Novembar 2014

22) KTT ASEAN ke-26  di Kuala Lumpur dan Langkawi, Malaysia pada tanggal 26-28 April 2015.

23) KTT ASEAN ke-27  di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 18-22 November 2015

24) KTT ASEAN ke-28 dan -29 di Vientiane , Laos pada tanggal 6-8 September 2016.


Pengertian Asean

  ASEAN

 



            ASEAN (Association of South East Asian Nations) atau biasa disebut dengan PERBARA (perserikatan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) merupakan organisasi regional yang dibentuk atas prakarsa lima menteri luar negeri Negara-negara di kawasan asia tenggara. Kelima menteri tersebut adalah Narsisco Ramos dari fiipina, Adam Malik dari Indonesia, Thanat Khoman dari Thailand, Tun Abdul Razak dari Malaysia, dan S. Rajaratman dar Singapura, penandatangannan naskah pembentukan ASEAN dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok sehingga naskah pembentukan ASEAN itu disebut Dekelarasi Bangkok, Dekelarasi tersebut merupakan persetujuan kesatuan tekad kelima Negara tersebut untuk membentuk suatuan organisasi kerja sama regional yang disebut  Association of South East Asian Nations (ASEAN).

Tujuan ASEAN

            Tujuan ASEAN sebagai organisasi memiliki beberapa tujuan sendiri, dimana tujuan ASEAN menurut Dekelarasi Bangkok yakni

1.     Memepercapat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan mengembangkan kebudayaan di kawasan asia tenggara.

2.     Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional serta memenuhi prinsip piagam PBB

3.     Meningkatkan erja sama dibidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan adminitrasi.

4.     Pemberian bantuan dalam bentuk saranna pelatihan dan penelitian di bidang pendidikan, profesi, teknik, dan adminitrasi.

5.     Kerja sama dalam pemanfaatan pertanian dan industri, perdagangan, komoditas internasional, sarana pengangkut, komunikasi, dan taraf hidup rakyat.

6.     Kerja sama dengan organisasi regional dan internasional.

Dasar Kerja Sama

            Dalam melakiukan  kerja sama ASEAN memiliki dasar kerja samanya sendriri adapun dasar kerja sama ASEAN adalah :

1.     Saling menghormati kemerdekaan, kedaulatan, persamaan, integrasi territorial, dan identitas semua bangsa.

2.     Mengakui hak setiap bangsa untuk penghidupan nasional besar yang bebas dari ikut campur tangan, subversi, dan konversi dari luar.

3.     Tidak saling mencapuri urusan dalam negri masing-masing.

4.     Menyelesaikan permaslahan dan persengketaan dengan damai.

5.     Tidak menggunakan ancaman dan penggunaan kekuatan.

6.     Menjalankan kerja sama secara efektif.

Anggota ASEAN

            Anggota ASEAN bertambah seiring dengan banyaknya Negara yang merdeka, Brunei Darussalam secara resmi diterima menjadi anggota ASEAN yang ke-6 pada tanggal 7 Januari 1984. Vietnam diterima menjadi anggota ASEAN pada tanggal 28 Juli 1995, sementara Laos dan Myanmar bergabung dengan ASEAN pada tanggal 23 Juli 1997 dan menjadi anggota ke-8 dan ke-9.

            Kamboja menjadi anggota ASEAN yang ke-10 pada tanggal 30 April 1999, Syarat menjadi anggota ASEAN yaitu menyetujui dasar dan tujuan pembentukan ASEAN seperti tercantum dalam Dekelarasi ASEAN. Sekertariat tetap ASEAN dipimpin oleh sekertaris Jendral yang diangkat secara bergantian dari Negara-negara anggota , H.R. Dharsono dari Indonesia adalah seketaris pertama ASEAN dalam menjalankan tugasnya, secretariat jendral dibantu oleh staf regional dan local. Untuk melaksanakan tugas harian dibantu oleh tujuh orang staf sekertariata yang berasal dari Negara-negara ASEAN.

Rabu, 19 Agustus 2020

KONFERENSI ASIA-AFRIKA

 

KONFERENSI ASIA-AFRIKA

 


            Dalam upaya meredakan ketegangan dan untuk mewujudkan perdamaian dunia, pemerintah Indonesia memprakarsai dan menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika (KAA). Usaha ini mendapat dukungan dari Negara-negara di asia dan afrika, dari konferensi ini terlihat adanya peran Indonesia mewujudkan perdamaian dunia.

1.        Latar belakang lahirnya Konferensi Asia-Afrika (KAA).

          Konferensi Asia-Afrika terjadi karena berbagai hal dasar pertimbangan diadakannya KAA, sebagai beriku:

·     Kenangan kejayaan masa lampau dari beberapa Negara dikawasan asia-afrika

·  Peran senasib sepenanggungan karena sama-sama merasakan masa penjajahan dan penindasan bangsa barat, kecuali Thailand.

·     Meningkatnya kesadaran bebangsa yang dimotori oleh golongan elite nasional atau terpelajar dan intelektual.

·        Adanya perang dingin antara blok barat dan blok timur

·        Memiliki pokok-pokok yang kuat dalam hal bangsa, agama, dan budaya.

·        Secara geografis letaknya berdekatan dan saling melengkapi satu sama lain.

          Sebelum konferensi asia-afrika dilaksanankan, terlebih dahulu diadakan konferensi pendahulu sebagai persiapan. Konferensi pendahulu yakni konferensi Kolombo dan konferensi Bogor.

2.     Konferensi Kolombo (Konfenrensi Pancanegara l)

          Konferensi pendahulu yang pertama diselenggarakan di kolombo, ibu kota Negara Sri Lanka pada tanggal 28 april dan 2 mei 195. Koferensi dihadiri lima orang perdana menteri diantaranya perdana menteri Pakistan ( Muhammad Ali Bogra), perdana menteri Sri Lanka (Sir John Kotelawala), perdana menteri Myanmar (U Nu), perdana menteri Indonesia (Ali Sastroamijoyo) dan menteri India (Jawaharlal Nehru)`

          Konferensi Kolombo membahas masalah Vietnam sebagai persiapan untuk menghadapi Konferensi di Jenewa, disamping itu koferensi kolombo secara aklamasi memutuskan akan mengadakan Konferensi asia-afrika dan pemerentih Indonesia ditunjuk sebagai penyelenggara. Kelima Negara yang wakilnya hadir dalam konferensi kolombo kemudian dikenal dengan nama Pancanegara, kelima Negara tiu disebut sebagai Negara sponsor.

3.     Konferensi Bogor (Konfenrensi Pancanegara ll).

          Konferensi pendahulu yang kedua diselenggarakan dibogor pada tanggal 22-29 Desember, Konferensi ini dihadiri pula perdana menteri Negara-negara peserta Konferensi Kolombo. Konferensi Bogor memutuskan hal-hal sebagai berikut:

·        Konferensi Asia-Afrika akan diselenggarkan di Bandung pada tanggal 18-2 april 1955.

·        Penetapan tujuan KAA dan menetapkan Negara-negara yang akan diundang sebagai Negara peserta konferensi Asia-Afrika di bandung.

·        Hal-hal yang akan dibicarakan dalam konferensi Asia-Afrika

·        Pemberian dukungan terhadap tuntunan Indonesia mengenai Irian Barat

4.     Konferensi Asia-Afrika

          Sesuai dengan rencana, konferensi Asia-Afrika yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 18-24 april 1955. Konferensi Asia-Afrika dihadiri oleh wakil-wakil dari 29 negara yang terdiri atas Negara pengundang dan Negara yang diundang. Adapun Negara-negara yang terlibat dalam konferensi Asia-Afrika sebagai berikut

·        Negara pengundang meliputi Indonesia, India , Pakistan, Sri Lanka dan Myanmar.

·        Negara yang diundang 24 negara terdiri dari 6 negara afrika dan 18 negara meliputi asia yakni Filipina, Thailan, Laos, Cina, Jepang, Vietnam utara, Vietnam selatan, Nepal, Afganistan, Irak, Iran, Saudi Arabia, Suriah, Yordania, Lebanon, Turki, Yaman dan Negara afrika yakni Mesir, Sudan, Etiopia, Liberia, Libia, dan Pantaai emas.

                   Siding konferensi terdiri atas siding terbuka untuk umum dan siding tertutup hanya bagi peserta konferensi. Dibentuk tiga komite yaitu Komite Politik, Komite Ekonomi, dan Komite Kebudayaan. Dalam konferensi telah membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan Negara-negara Asia-Afrika khususnya dan Negara-negara di dunia pada umumnya, konferensi tersebur segera mengambil beberapa keputusan penting yakni

·        Memajukan kerja sama bangsa-bangsa Asia-Afrika dibidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan.

·        Menuntut kemerdekaan Aljazair, Tunisia, dan Maroko.

·        Mendukung tuntutan Indonesia atas irian barat dan tuntutan Yaman atas Aden.

·        Menentang diskriminasi ras dan kolonialisme dalam segala bentuk

·        Aktif mengusahakan perdamaian dunia.

5.     Prinsip Konferensi Asia-Afrika

          Konferensi Asia Afrika diBandung melahirkan suatu kesepakatan bersama yang merupakan pokok-pokok tindakan dalam usaha menciptakan perdamaian dunia. Ada sepuluh pokok yang dicetuskan dalam konferensi tersebut maka itu disebut Dasasila, dimana swpuluh pokok tindakan tersebut merupakan prinsip bersama, yang dikenal dengan Dasasila Bandung (Bandung Declaration).

          Adapun isi dari dasasila Bandung, sebagai berikut:

·        Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan, serta asas-asas kemanusiaan yang termuat dalam piagam PBB.

·        Menghormati kedaulatan dan integritas territorial semua bangsa.

·        Mengakui persamaan semua suku-suku bangsa dan persamaan semua bangsa besar maupun kecil.

·        Tidak melakukan campur tangan dalam soal-soal Negara lain.

·        Menghormati hak-hak tiap bangsa untuk mempertahankan diri secra sendirian atau secara kolektif, yang sesuai dengan piagam PBB

·        Tidak melakukan takanan terhadap Negara-negara lain.

·        Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman agresi terhadap integritas tertorial dan kemerdekaan Negara lain.

·        Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai seperti perundingan, persetujuan, dan lain-lain yang sesuai dengan piagam PBB

·        Memajukan kerja sama untuk kepentingan bersama

·        Menghormati hokum dan kewajiban-kewajiba internasional.

 

6.     Dampak konferensi Asia-Afrika

          Konferensi Asia-Afrika di Bandung telah membakar semangat dan menambah kekuatan moral para pejuang bangsa-bangsa Asia-Afrika yang pada masa itu tengah memperjuangakan kemerdekaan tanah air mereka, sehingga lahirlah sejumlah Negara merdeka di kawasan Asia-Afrika. Semua itu menandakan bahwa cita-cita dan semangat Dasasila Bandung semakain merasuk ke dalam tubuh bangsa-bangsa Asia-afrika.

          Konferensi Asia-Afrika juga telah menumbuhkan semangat solidaritas di antara Negara-negara Asia-Afrika, baik dalam mengahadapi masalah internasional maupun regional. Beberapa konferensi antara organisasi dari Negara-negara tersebut diselenggaraan, seperti konferensi Mahasiswa Asia-Afri, Konferensi Setiakawan Rakyat Asia-Afrika, Konferensi Wartawan Asia-Afrika, dan Konferensi Islam Asia-Afrika. Jiwa bandung dengan Dasasilanya telah mengubah pandangan dunia tentang hubungan Internasional. Bandung telah melahirkan paham Dunia ketiga Atau “Non-Aligned” terhadap dunia pertama Wasington, dan dunia Kedua Moscow. Jiwa Bandung telah mengubah juga struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Forum PBB tidak lagi menjadi forum ekslusif barat atau timur saja.

 

Rabu, 05 Agustus 2020

Revolusi hijau

 


            Revolusi hijau sering kita kenal dengan Revolusi Agraria, yakni suatu perubahan cara bercocok tanam dari cara tradisional berubah ke cara modern untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Revolusi hijau sebagai suatu perubahan memiliki tujuan dalam perkembangan kehidupan, tujuan dari revolusi hijau adalah meningkatkan produktivitas pertanian dengan cara penelitian dan eksperimen pada bibit unggul.

            Latar belakang revolusi hijau

Adapun latar belakang munculnya revolusi hijau sebagai berikut:

·         Adanya lahan tidur

·         Upata peningkatan produksi pangan

·         Hancurnya lahan pertanian diakibatkan perang dunia l dan perang dunia ll

·         Pertambahan penduduk yang meningkat sehingga kebutuhan pangan juga ikut meningkat.

                       Gagasan tentang Revolusi Hijau bermula dari hasil penelitian dan tulisan Thomas Robert Malthus (1766-1834) yang berpendapat bahwa kemiskinan dan kemelaratan adalah masalah yang dihadapi manusia yang disebabkan oleh tidak seimbangnya pertumbuhan penduduk dangan peningkatan produksi pertanian. Tulisan Robert Malthus tersebut memberikan pengaruh terhadap kehidupan. Adapun pengaruh tersebut sebagai berikut:

1)      Adanya gerakan usaha mencari dan meneliti bibit unggul dalam bidang pertanian.

2)   Adanya gerakan pengendalian pertumbuhan penduduk dengan cara pengontrol jumlah kelahiran.

                             Revolusi hijau dimulai sejak berakhirnya perang dunia l yang berakibatkan hancurnya lahan pertanian, sejumlah varietas padi-padian baru yang unggul. Khususnya gandum,padi dan jagung juga dikembangkan dalam uapaya melipat gandakan hasil pertanian. Penelitian disponsori oleh Ford and Rockefeller Foundation di meksiko, Filipina, india, dan Pakistan. IMWIC (International Maize and Wheat Improvement Centre) merupakan pusat penelitian di meksiko, pada tahun 1944 menedirikan sebuah pusat penelitian  benih jagung dan gandum, penelitian ini mendapat bimbingan langsung dari Rockefeller Foundation. Hanya dala beberapa tahun, para peneliti di lembaga tersebut berhasil menemukan beberapa verietas baru yang hasil nya jauh di atas rata-rata varietas local meksiko.

           Diilhami oleh kesuksesan hasil peneilitian di meksiko, pada tahun 1962 Rockefeller Foundation bekerja sama dengan Ford Foundation mendirikan sebuah badan penelitian untuk tanaman padi di Filipina. Badan penelitian ini di namakan International Rice Research Institute (IRRI) yang bertepat di Los Banos, Filipina. Pusat penelitian ini ternyata juga menghasilkan suatu varietas padi baru yang hasilnya jauh melebihi rata-rata hasil varietas local asia. Verietas baru tersebut merupakan hasil persilangan genetic antara varietas padi kerdil dari Taiwan yang bernama Dee-Geowoogen dan varietas padi jangkung dari Indonesia yang bernama peta.

            Hasil dari perkembangan bibit baru oleh IRRI (International Rice Research Institute) disebut padi ajaib atau padi PB-8 dan di Indonesia dikenal dengan sebutan padi PB-8. Setelah penemuan PB-8, disusul penemuan varietas-varietas baru yang lain. Jenis-jenis bibit dari IRRI ini di Indonesia disebut padi unggul baru (PUB). Pada tahun 1966, IR-8 mulai disebar luaskan ke asia diikuti oleh penyebaran IR-5 pada tahun 1967. Tahun 1968 di india, Pakistan, Sri Lanka, Filipina, Malaysia, Taiwan, Vietnam, dan di Indonesia telah dilaksanakan penanaman padi jenis IR atau PUB secara luas di masyarakat.

            Pada tahun 1970 dibentuk CGIAR (Consultative Group for International Agriculture Research) yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada berbagai pusat penelitian internasional. Pada tahun 1970 juga, Norman Borlang mendapatkan hadia nobel karena gagasannya mencetuskan Revolusi Hijau dengan mencari jenis tanaman biji-bijian yang bentuknya cocok untuk mengubah energi surya menjadi karbohidrat pada tanah yang diolah menjadi subur dengan tanaman yang tahan terhadap penyakit.

            Upuaya meningkatkan produktivitas pertanian antara lain dengan cara sebagai berikut:

1.      Penggunaan pupuk baru

2.      Pembukaan areal pertanian dengan pengolahan tanah

3.      Penggunaan metode yang tepat untuk memberantas hama, misalnya dengan alat penyemprotan hama, penggunaan pestisida, herbisida, dan fungisida.

4.      Mekanisme pertanian dengan penggunaan alat-alat pertanian modern seperti bajak dan mesin penggiling.

            Revolusi Hijau merupakan proses keberhasilan pada teknologi pertanian dalam melakukan persilangan (breeding) antar jenis tanaman tertentu sehingga menghasilkan jenis tanaman unggul untuk meningkatkan produksi bahan pangan. Jenis tanaman unggul itu mempunyai ciri umur pendek, memberikan hasil produksi berlipat ganda (dibandingkan dengan jenis tradisional) dan mudah beradaptasi dalam lingkungan apa pun, asal memenuhi syarat, sebagai berikut:

1.      Pemupukan teratur

2.      Tersedia cukup air

3.      Tersedia bahan kimia pemberantas rerumputan pengganggu

4.      Tersedia bahan kimia pemberantas hama dan penyakiit