Kehidupan itu cuman dua hari, datu hari berpihak kepadamu dan satu hari melawanmu. Maka pada saat ia berpihak kepadamu jangan bangga dan pada saat ia melawanmu bersabarlah. -Ali bin Abi Thalib

PIRAMIDA

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah

BOROBUDUR

Di balik tumpukan batu dan terang sinar mentari menembus sanubari, hadirlah sebuah mega struktur jejak pencapaian manusia peradaban dan relegi.

TAJ MAHAL

Waktu tidak diukur dengan berjalannya tahun, tapi diukur dengan apa yang seseorang lakukan, apa yang ia rasakan, dan apa yang ia raih. -Jawaharlal Nehru

MENARA PISA

Kembangkan sikapmu untuk selalu menjadi lebih baik. membuat peradaban yang kecil dalam tindakan akan menghasilkan peradaban yang besar dalam hasil yang diperoleh.

Tampilkan postingan dengan label Tokoh Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Nasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Agustus 2020

Cut Nyak Dien

                                                    TOKOH PEJUANG ACEH


Sebelum kemerdekan Indonesia ada beberapa pahlawan Aceh yang melawan para penjajah demi mempertahankan Negara Indonesia, diantarany adalah :

1. Cut Nyak Dien

    Cut Nyak Dien yang lahir di aceh pada tahun 1850, Cut Nyak Dien merupakan pahlawan dari aceh. Beliau dibesarkan ditengah konflik dengan Belanda sehingga membuat dia harus berjuang melawan para kolonial  bersama sang suami, saat berusia 12 tahun beliau menikah dengan Ibrahi Lamnga dan pada tahun 1878 suami beliau harus gugur dalam pertempuran di Gile Tarum. Dengan gugur nya sang suami tidak membuat semangat beliau turun namun malah sebalik  malah membangkit semangat beliau untuk melawan para kolonial belanda.

Beliau kemudian menikah lagi dengan pejuang aceh yakni Teuku Umar pada tahun 1880, namun pada tahun 1899 Beliau harus kehilangan lagi suami nya yang mana gugur dalam medan perang. Meski kehilangan sang suami belliau tetap melanjutkan perang dengan cara gerilya nya selama 6 tahun untuk menghindari kolonial belanda, dengan semakin menipisnya bahan makanan dan menurunnya kesehatan beliau akhir nya beliau berhasil ditangkap oleh para kolonial belanda. Setalah ditangkap oleh kolonial belanda beliau kemudian diasingkan ke daerah sumedang hingga beliau meninggal dunia dan dimakam kan di daerah sumendang.

Berkat kegigihan dan perjuangan beliau menalawan para penjajah belanda bleiau diberikan sebuah penghargaan dari pemerintah dengan diabadikannya gambar beliau dimata uang 1.000 rupiah serta pemberian nama kepada kapal perang TNI AL yakni KRI Cut Nyak Dien.


2. Teuku Umar


Teuku Umar merupakan pahlawan aceh yang lahir pada tahun 1854, beliau merupakan pahlawan yang sangat terkenal akan keberanian nya serta kecerdikannya, pada usia 19 tahun beliau sdudah muali ikut berperang melawan para kolonial belanda. Pada tahun 1880 Teuku Umur menikah dengan sesama pejuang aceh yakni Cut Nyak Dien, beliau dan sang istri berjuang bersama-sama melawan para kolonial belanda.

Teuku Umur juga pernah berdamai dengan pihak belanda serta bergabung dengan dalam militer belanda, meski beliau bergabung dengan militer belanda beliau tidak pernah berniat memerangi para pejuang aceh lainnya. Ketika beliau mendapat kepercayaan dari pihak belanda   sehingga beliau dan rekan-rekannya mendapatkan persenjataan lengkap dari belanda, dengan kecerdikan nya beliau kemudian menyerang belanda dan membawa uang sebesar 800.000 Golden. Siasat kecerdikan beliau terhadap belanda dapat kita kenal dengan sebutan Het verraad van Teuku Umar.

Akibat peristiwa tersebut belanda mulai geram dengan beliau dan terus mengejarnya, untuk melacak dimana keberadaan beliau pihak belanda membayar orang aceh untuk menacari beliau dan memata-matainya, akhirnya keberadaan beliau ditemukan oleh belanda sehingga terjadilah peperang yang hebat dan beliau gugur dalam peperangan itu.


3. Cut Nyak Mutia


Cut Byak Mutia lahir diaceh pada tahun 1870 dan dibesarka ditengah peperangan Aceh dengan belanda, serta suaminya merupakan pejuang aceh yakni teuku Muhammad atau dikenal dengan Teuku Cik Tunong. Bersama suaminya beliau berjuang melawan belanda dengan cara menyerang markas paskuan belanda di Idie dan bergerilya di daerah Pasai`

Pada tahun 1905  Teuku Cik Tunong berhsil ditangkap belanda dan dijatuhi hukuman mati, sesuai dengan wasiat suaminya beliau menikah lagi dengan Pang Nanguru yang merupakan sahabat Teuku Cik Tunong dan lima tahun kemudian Pang Nanguru gugur dalam pertempuran melawan belanda di Paya Cicem. Dengan gugurnya sang suami beliau tidak mengendorkan semangatnya untuk melawan belanda, bersama tetap berjuang bersama anaknya secara bergerilya dan pada tahun 1910 persembunyian beliau berhasil ditemukan oleh belanda, dalam penangkapan beliau melakukan sebuah perlawanan sehingga beliau harus gugur tertembak. 


Rabu, 19 Agustus 2020

Profil Tokoh Nasional

TOKOH-TOKOH NASIONAL

 

 1. Ir. Soekarno

            Ir.Soekarno lahir di Blitar Jawa Timur, pada tanggal 6 juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun. Beliau merupakan presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 195-1966. Beliau memiliki peran penting dalam memerdekakan bangsa indonendonesiapenjajahan belanda, beliau juga merupakan salah satu penggagas ideologi pancasila. Ir. Soekarno adalah sosok proklamator kemerdekaan Indonesia bersama M. Hatta yang terjadi pada tanggal 17 agustus 1945.

            Presiden Soekarno banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika yang masihh belum merdeka dan belum mempunyai hak untuk menentukan nasib bangsanya sendiri, hal ini mendorog soekarno mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955 di bandung yang menghasilkan Dasasila Bandung. Ketimpangan dan konflik akibat “bom waktu” yang ditinggalkan Negara-negara barat yang dicap masih mementingkan imperialism dan colonialism, ketimpangan dan kekhawatiran akan munculnya perang nuklir yang mengubah peradaban, keridak adilan badan-badan dunia internasional dalam memecahkan konflik juga menjadi perhatiannya. Bersam presiden Josep Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdul Nasser (Mesir), Mohhamda Ali Jinnah (Pakistan),U Nu (Birma) dan Jawaharlal Nehru (India), Ir. Soekarno mengadakan Konferensi Asia-Afrika yang membuat gerakan Non-Blok, berkat jasanya banyak Negara-negara Asia-Afrika memperolah Kemerdekaannya.  

2. Drs. Mohammad Hatta

Drs. Mohammad Hatta lahir di bukittinggi, sumatera barat pada tanggal 12 agustus 1920 dan meninggal di Jakarta pada tanggal 14 maret 1980. Beliau adalah pejuang negarawan dan juga wakil presiden  yang pertama. Pada tahun 1945. Hatta secara aklamasi diangkat menjadi wakil presiden pertama RI, bersama Bung Karno yang menjadi presiden RI sehari setelah beliau dan bung Karno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

            Pada usia 17 tahun, Hatta lulus dari sekolah tingkat menengah (MULO). Lantas ia bertolok ke Batavia untuk melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School. Hatta makin tajam pemikirannya karena diasah dengan berbagai bacaan, pengalaman sebagai bendahara JSB Pusat, perbincangan dengan tokoh-tokoh pergerakan asal minangkabau yang bermukim di baravia, serta diskusi dengan temannya sesame anggota JSB. Pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia melalui proses pelatihan-pelatihan. Belanda kembali menangkap Hatta, bersama Sutan Sjahrir, Ketua Club Pendidikan Nasional Indonesia pada bulan februari 193. Hatta diasingkan ke Digul dan kemudian ke Banda selama 6 tahun.

3. Bung Tomo/Sutomo

            Sutomo lahir di Surabaya, jawa timur, pada tanggal 3 oktober 1920. Sutomo lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai Bung Tomo, adalah pahlawan yang terkenal karena perannya dalam membangkitkan semangat untuk melawan kembalinya penjajah belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan pertemputan 10 November 1945 yang kini kita peringati sebagai hari pahlawan.

            Bung tomo pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses, kemudian bergabung dengan sejumlah kelompok politik dan sosial, ketika ia terpilih pada tahun 1944 untuk menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru yang di sponsori oleh jepang, hampir tak seorang pun yang mengenali dia namun semua ini mempersiapkan Sutomo untuk perannya yang sangat penting.

            Setelah kemerdekaan Indonesia, bung tomo sempat terjun dalam dunia politik pada tahun 1950-an, beliau pernah menjabat Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/ Veteran sekaligus Menteri Sosial Ad Interim pada 1955-1956 diera cabinet Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Bung tomo juga tercatat sebagai anggota DPR pada 1956-1959 yang mewakili partai Rakyat Indonesia. Namun bung tomo tidak merasa bahagia dan kemudia menghilag dari panggung politik.

4. Jendral Abdul Haris Nasution

 

            Abdul Haris Nasution merupakan tokoh yang lahir di Kotanopan, Sumatera Utara pada tannggal 3 desember 1981 dan meninggal di Jakarta 6 september 2000 saat umur 81 tahun. Ketika belanda membuka sekolah perwira cadangan Indonesia pada tahun 1940, Abdul Haris Nasution ikut masuk dan mendaftar disana kemudian nasution diangkat menjadi pembantu Letnan Disurabaya.

            Ditahun 1942, beliau mengalami pertempuran pertamanya di Surabaya melawan jepang. Setelah berhasil mengalahkan jepang dalam perang dunia ll bersama dengan eks-PETA, nasution mendirikan Badan Soekarno Rakyat. Pada tahun 1946, Nasution dilantik olehh presiden Soekarno dikenal dengan ahli perang gerilya dan dikenal sebagai penggagas dwifungsi ABRI. Semua gagasan perang grilya Nasution dituangkan ke dalam buku yang berjudul Fundamentals of Guerilla Warfare.