Kehidupan itu cuman dua hari, datu hari berpihak kepadamu dan satu hari melawanmu. Maka pada saat ia berpihak kepadamu jangan bangga dan pada saat ia melawanmu bersabarlah. -Ali bin Abi Thalib

PIRAMIDA

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah

BOROBUDUR

Di balik tumpukan batu dan terang sinar mentari menembus sanubari, hadirlah sebuah mega struktur jejak pencapaian manusia peradaban dan relegi.

TAJ MAHAL

Waktu tidak diukur dengan berjalannya tahun, tapi diukur dengan apa yang seseorang lakukan, apa yang ia rasakan, dan apa yang ia raih. -Jawaharlal Nehru

MENARA PISA

Kembangkan sikapmu untuk selalu menjadi lebih baik. membuat peradaban yang kecil dalam tindakan akan menghasilkan peradaban yang besar dalam hasil yang diperoleh.

Rabu, 05 Agustus 2020

Revolusi hijau

 


            Revolusi hijau sering kita kenal dengan Revolusi Agraria, yakni suatu perubahan cara bercocok tanam dari cara tradisional berubah ke cara modern untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Revolusi hijau sebagai suatu perubahan memiliki tujuan dalam perkembangan kehidupan, tujuan dari revolusi hijau adalah meningkatkan produktivitas pertanian dengan cara penelitian dan eksperimen pada bibit unggul.

            Latar belakang revolusi hijau

Adapun latar belakang munculnya revolusi hijau sebagai berikut:

·         Adanya lahan tidur

·         Upata peningkatan produksi pangan

·         Hancurnya lahan pertanian diakibatkan perang dunia l dan perang dunia ll

·         Pertambahan penduduk yang meningkat sehingga kebutuhan pangan juga ikut meningkat.

                       Gagasan tentang Revolusi Hijau bermula dari hasil penelitian dan tulisan Thomas Robert Malthus (1766-1834) yang berpendapat bahwa kemiskinan dan kemelaratan adalah masalah yang dihadapi manusia yang disebabkan oleh tidak seimbangnya pertumbuhan penduduk dangan peningkatan produksi pertanian. Tulisan Robert Malthus tersebut memberikan pengaruh terhadap kehidupan. Adapun pengaruh tersebut sebagai berikut:

1)      Adanya gerakan usaha mencari dan meneliti bibit unggul dalam bidang pertanian.

2)   Adanya gerakan pengendalian pertumbuhan penduduk dengan cara pengontrol jumlah kelahiran.

                             Revolusi hijau dimulai sejak berakhirnya perang dunia l yang berakibatkan hancurnya lahan pertanian, sejumlah varietas padi-padian baru yang unggul. Khususnya gandum,padi dan jagung juga dikembangkan dalam uapaya melipat gandakan hasil pertanian. Penelitian disponsori oleh Ford and Rockefeller Foundation di meksiko, Filipina, india, dan Pakistan. IMWIC (International Maize and Wheat Improvement Centre) merupakan pusat penelitian di meksiko, pada tahun 1944 menedirikan sebuah pusat penelitian  benih jagung dan gandum, penelitian ini mendapat bimbingan langsung dari Rockefeller Foundation. Hanya dala beberapa tahun, para peneliti di lembaga tersebut berhasil menemukan beberapa verietas baru yang hasil nya jauh di atas rata-rata varietas local meksiko.

           Diilhami oleh kesuksesan hasil peneilitian di meksiko, pada tahun 1962 Rockefeller Foundation bekerja sama dengan Ford Foundation mendirikan sebuah badan penelitian untuk tanaman padi di Filipina. Badan penelitian ini di namakan International Rice Research Institute (IRRI) yang bertepat di Los Banos, Filipina. Pusat penelitian ini ternyata juga menghasilkan suatu varietas padi baru yang hasilnya jauh melebihi rata-rata hasil varietas local asia. Verietas baru tersebut merupakan hasil persilangan genetic antara varietas padi kerdil dari Taiwan yang bernama Dee-Geowoogen dan varietas padi jangkung dari Indonesia yang bernama peta.

            Hasil dari perkembangan bibit baru oleh IRRI (International Rice Research Institute) disebut padi ajaib atau padi PB-8 dan di Indonesia dikenal dengan sebutan padi PB-8. Setelah penemuan PB-8, disusul penemuan varietas-varietas baru yang lain. Jenis-jenis bibit dari IRRI ini di Indonesia disebut padi unggul baru (PUB). Pada tahun 1966, IR-8 mulai disebar luaskan ke asia diikuti oleh penyebaran IR-5 pada tahun 1967. Tahun 1968 di india, Pakistan, Sri Lanka, Filipina, Malaysia, Taiwan, Vietnam, dan di Indonesia telah dilaksanakan penanaman padi jenis IR atau PUB secara luas di masyarakat.

            Pada tahun 1970 dibentuk CGIAR (Consultative Group for International Agriculture Research) yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada berbagai pusat penelitian internasional. Pada tahun 1970 juga, Norman Borlang mendapatkan hadia nobel karena gagasannya mencetuskan Revolusi Hijau dengan mencari jenis tanaman biji-bijian yang bentuknya cocok untuk mengubah energi surya menjadi karbohidrat pada tanah yang diolah menjadi subur dengan tanaman yang tahan terhadap penyakit.

            Upuaya meningkatkan produktivitas pertanian antara lain dengan cara sebagai berikut:

1.      Penggunaan pupuk baru

2.      Pembukaan areal pertanian dengan pengolahan tanah

3.      Penggunaan metode yang tepat untuk memberantas hama, misalnya dengan alat penyemprotan hama, penggunaan pestisida, herbisida, dan fungisida.

4.      Mekanisme pertanian dengan penggunaan alat-alat pertanian modern seperti bajak dan mesin penggiling.

            Revolusi Hijau merupakan proses keberhasilan pada teknologi pertanian dalam melakukan persilangan (breeding) antar jenis tanaman tertentu sehingga menghasilkan jenis tanaman unggul untuk meningkatkan produksi bahan pangan. Jenis tanaman unggul itu mempunyai ciri umur pendek, memberikan hasil produksi berlipat ganda (dibandingkan dengan jenis tradisional) dan mudah beradaptasi dalam lingkungan apa pun, asal memenuhi syarat, sebagai berikut:

1.      Pemupukan teratur

2.      Tersedia cukup air

3.      Tersedia bahan kimia pemberantas rerumputan pengganggu

4.      Tersedia bahan kimia pemberantas hama dan penyakiit

 

 

 

 

 

 

 


Selasa, 04 Agustus 2020

Reformasi Di Indonesia

      

Latar Belakang Terjadinya Reformasi Di Indonesia

 

        Seperti yang kita ketahui bahwa sebelum masa reformasi,  indonesia berada dibawah pemerintahan orde baru, terjadinya peristiwa reformasi 1998 tidak dapat dipisahakan dari peristiwa masa orde baru. ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadi reformasi diantara nya adalah 

1.     Krisis Kepercayaan

Dalam pemerintahan orde baru telah berkembang KKN yang di laksanankan secara terselunumg maupn secara terang-terangan. Hal inilah yang mengakibatkan munculnya ketidak percayaan rakyat terhadap pemerintah.

2.     Krisis Politik

Pada dasarnya secara de jure (secara hukum) kedaulatan rakyat tersebut dilakukan oleh MPR sebagai wakil-wakil rakyat dari rakyat, akan tetapi secara de facto (dalam kenyataannya) anggots MPR  sudah diatur. Sehingga sebagian besar anggota MPR tersebut diangkat berdasarkan pada ikatan kekeluargaan (nepotisme).

Perpolitikan pada masa orde baru memang bersifat represif, yakni adanya tekanan yang kuat dari pemerintahan pihak oposisi atau orang-orang yang berpikir kritis, dimana ciri-ciri kehidupan politik yang represif di antaranya :

·        Setiap orang yatau kelompokyang mengkritik kebijakan pemerintah akan di tuduh sebagai tindakan subversif (menentang Negara Kesatuan Republik indonesia

·        Pelaksanaan Lima Paket UU politik yang melahirkan demokrasi semu atau demokrasi rekayasa`

·        Terjadinya KKN yang meraja lela dan masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk mengontrolnya.

·        Pelaksanaan dwifungsi ABRI yang memasung kebebasan setiap warga sipil untuk ikut berpartisipasi dalam pemerintahan

·        Terciptanya masa kekuasaan presiden yang tak terbatas, meskipun soeharto terpilih menjadi presiden melalui sidang umum MPR, namun pemilihan tersebut tidak demokratis.

 

3.     Krisis hukum

Pelaksanaan hukum pada masa orde baru terdapat banyak ketidak adilan, seperti kekuasaan kehakiman yang dinyatakan pada pasal 24 UUD 1945 bahwa kehakiman memiliki kekuasaan yang merdeka dan terlepas dari kekuasaan pemerintahan (eksekutif). Hakim juga sering dijadikan sebagai alat pembenaran atas tindakan dan kebijikan pemerintah atau sering terjadi rekayasa dalam proses peradilan apabila itu menyangkut penguasa, keluarga kerabat serta para pejabat negara.

4.     Krisis Ekonomi

Dimana ada nya krisis ekonomi membuat keadaan menjadi tidak terkendali, krisis ekonomi yang melanda indonesia saat itu tidak dapat dipisahkan dari berbagai kondisi diantaranya:

·        Utang luar negeri indonesia yang sangat besar menjadi penyebab terjadi nya krisis ekonomi. Utang yang menjadi tanggungan negara hingga 6 februari 1998 mencapai53,426 miliar dolar AS, sedangakn utang swasta mencapai 73,962 miiar dolar AS.

·        Industrialisasi, pemerintah orde baru ingin menjadikan negara Republik Indonesia seabagai negara industri, akan tetapi keinginan itu tidak sesuai dangan kondisi masyarakatt indonesia di karenakan masyrakat indonesia merupakan sebuah masyarakat agraris dengan tingkat pendidikan yang sangat rendah..

·        Pemerintah sentralistis. Pemerintah orde baru sifatnya sangat sentralistis, sehingga semua kebijakan ditentukan dari pusat. Oelh karena itu peran pemerintah pusat sangat menetukan dan pemerintah daerah hanya sebagai  pepanjangan tangan pemerintah pusat, pelaksanaan politik sentralistis ini terlihat dari sebagian besar kekayaan di daerah-daerah dingakut ke pusat. Hal ini menimbulkan ketidak peuasan pemrintah dan rakyat di daerah terhadap pemerintah pusat.

·        Krisis moneter tidak hanya menimbulkan kesulitan keuangan negara, tetapi juga telah menghancurkan keungan nasional/ memasuki tahu anggaran 1998/1999 krisis moneter telah memengaruhi aktivitas ekonomi lainnya. Kondisi perekonomian semakain memburuk karena pada akhir 1997 persedian sembako di pasar mulai menipis, hal ini mengakibatkan harga-harga barang naik secara tidak terkendali.